Dorong Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial, Alifia Usung Advokasi DIVA
Gerakan edukasi literasi digital dan pembentukan karakter ini hadir khusus untuk membimbing perempuan muda agar memiliki etika di dunia maya.
LAMPUNG – Gadis cantik berusia 23 tahun bernama Alifia menempuh perjalanan panjang hingga kini dikenal luas sebagai sosok berprestasi.
Lahir di Kota Surabaya dan besar di Bandar Lampung sejak kelas 5 SD, ia mengawali pendidikannya di Sekolah Tunas Mekar Indonesia lalu berlanjut ke SMA Tri Sukses.
Perjalanan belajarnya makin kaya saat ia mendalami ilmu agama di pondok pesantren wilayah Jakarta Pusat dan Kediri, hingga mendapat kesempatan untuk mengabdi di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Jakarta Timur.
Mahasiswi semester lima Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknokrat Indonesia tersebut terus mengasah potensi diri sembari menyeimbangkan hobinya di bidang olahraga, pembuatan konten kreatif, fashion, dan beauty.
Segudang Prestasi dan Dunia Kewirausahaan
Di panggung prestasi tersebut, dalam hal ini mengenai pengalaman serta pencapaian Alifia terukir dari berbagai bidang akademik maupun non-akademik secara konsisten.
Sosok yang pernah bertugas sebagai Paskibraka Kecamatan Natar pada tahun 2019 ini aktif memandu berbagai agenda akademik, sosial, dan kepemudaan sebagai Master of Ceremony.
Kiprahnya makin bersinar setelah berhasil mengamankan gelar Winner Putri Hijabfluencer Lampung 2026 sekaligus 2nd Runner Up Duta Universitas Teknokrat Indonesia.
Ia aktif membagikan konten edukatif dan inspiratif di Instagram lewat akun pribadi @amaalifiaa, sering dipercaya menjadi narasumber seputar literasi digital serta personal branding, hingga mengembangkan usaha kreatif hampers dan custom gift melalui akun @mrs.giftt.
Advokasi DIVA untuk Literasi Digital
Fokus utama kepedulian Alifia tertuang dalam sebuah advokasi bernama Digital Value & Awareness atau DIVA yang dikampanyekan melalui akun media sosial Instagram @sheisvalue_.
Gerakan edukasi literasi digital dan pembentukan karakter ini hadir khusus untuk membimbing perempuan muda agar memiliki etika di dunia maya.
Lewat program unggulan seperti DIVA Talks dan sharing session ber-tagar BeYourOwnDIVA, ia berupaya membangun kesadaran bahaya arus informasi cepat serta dorongan validasi sesaat.
"Saya menegaskan bahwa jejak digital, karakter, dan nilai diri jauh lebih penting daripada sekadar angka atau popularitas di platform digital," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (6/8/2026).
Angkat Potensi Daerah dan Budaya Lampung
Kehadiran gerakan ini diproyeksikan menjadi wadah aman bagi generasi muda untuk berkarya sekaligus memperkenalkan kebudayaan lokal Lampung ke tingkat nasional maupun internasional.
Melalui keterangannya, Alifia menyampaikan bahwa teknologi harus dimanfaatkan secara bijak untuk mengangkat nilai Piil Pesenggiri, seni, tradisi, serta pariwisata daerah.
Kebangkitan tersebut ia yakini memicu lahirnya pemuda yang berprestasi dan beretika. Seluruh capaian dan dedikasinya hingga saat ini diakui tak lepas dari doa orang tua, dukungan jajaran pengurus Putri Hijabfluencer Lampung, serta bimbingan dari pembina Duta Teknokrat.
Dia pun berpesan agar anak muda tidak hanya mengejar kepopuleran semata saat beraktivitas di ruang siber. Di era digital, orang tidak hanya bertanggung jawab atas apa yang diunggah, tetapi juga atas nilai yang ditinggalkan.
"Tentunya bagi saya, jejak terbaik di dunia maya bukanlah hal yang paling viral, melainkan karya yang paling membawa manfaat nyata bagi sesama," tandasnya menutup pesan dengan nada penuh semangat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

