Menelusuri Sejarah di Museum Kereta Api Ambarawa
Museum Kereta Api Ambarawa di Kabupaten Semarang. Sebelum menjadi museum, tempat ini semula merupakan stasiun kereta aktif yang dikenal sebagai Stasiun Willem I yang didirikan pada 21 Mei 1873. (FOTO: kaiwisata.id)

Menelusuri Sejarah di Museum Kereta Api Ambarawa

wisata sejarah menawarkan pengalaman berbeda. Salah satu tempat yang bisa menjadi pilihan adalah Museum Kereta Api Ambarawa di Kabupaten Semarang

TIMES Lampung,Senin 31 Maret 2025, 00:00 WIB
575.7K
W
Wahyu Nurdiyanto

SEMARANGBerwisata tak selalu harus ke destinasi yang sedang tren atau populer. Sesekali, cobalah menikmati wisata sejarah yang menawarkan pengalaman berbeda. Salah satu tempat yang bisa menjadi pilihan adalah Museum Kereta Api Ambarawa di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Dikutip dari situs kaiwisata.id, museum ini dulunya merupakan stasiun kereta aktif yang dikenal sebagai Stasiun Willem I. Nama tersebut diambil karena lokasinya yang berdekatan dengan Benteng Willem I, yang juga disebut Benteng Pendhem.

article

Kereta uap yang melayani wisata kereta dengan rute Stasiun Ambarawa-Tuntang. (FOTO: kaiwisata.id)

Stasiun ini dibangun oleh Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873 bersamaan pembukaan lintas Kedungjati-Ambarawa. .

Pada masanya, stasiun ini menjadi jalur utama bagi pasukan Belanda yang bergerak dari Semarang ke Yogyakarta atau Solo. Stasiun Willem I juga digunakan sebagai sarana pengangkutan komoditas ekspor dan transportasi militer di sekitar Jawa Tengah.

Setelah di non aktifkan tahun 1976, Stasiun Ambarawa dicanangkan sebagai Museum Kereta Api oleh Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, Supardjo Rustam.

article

Bagian dalam Stasiun Ambarawa yang kini berubah fungsi menjadi Museum Kereta Api Ambarawa di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (FOTO: kaiwisata.id)

Saat ini, hanya rute Ambarawa–Tuntang yang masih digunakan untuk layanan kereta wisata. Sementara itu, Stasiun Ambarawa telah beralih fungsi menjadi museum yang menyimpan beragam koleksi bersejarah.

Memasuki area museum, pengunjung akan disambut oleh bangunan stasiun bergaya arsitektur klasik. Di dalamnya, terdapat berbagai lokomotif tua yang masih terawat dengan baik. Selain itu, museum ini juga menyimpan peralatan perkeretaapian lama, seperti wesel dan sistem pengatur sinyal.

Bagi yang ingin merasakan sensasi naik kereta api kuno, tersedia perjalanan wisata dari Stasiun Ambarawa ke Stasiun Tuntang yang bisa dicoba. Lokasi museum ini cukup strategis karena berada di pusat Kota Ambarawa, dengan akses yang mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Wahyu Nurdiyanto
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Lampung, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.