Kepala Balai TNWK: Wisata Edukasi Way Kambas Berpotensi Dibuka Jika Situasi Aman
Gajah jinak yang ada di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung. (Foto: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Kepala Balai TNWK: Wisata Edukasi Way Kambas Berpotensi Dibuka Jika Situasi Aman

Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, menyatakan pembukaan kembali wisata edukasi Taman Nasional Way Kambas sedang dipertimbangkan, bergantung pada progres penanganan konflik gajah.

TIMES Lampung,Jumat 3 April 2026, 22:08 WIB
522
A
Antara

bandar lampungBalai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur tengah mempertimbangkan untuk membuka kembali kawasan tersebut sebagai destinasi wisata edukasi bagi masyarakat umum. Saat ini, kawasan TNWK masih ditutup sementara lantaran keterbatasan personel yang difokuskan pada penanganan konflik gajah.

"Seandainya April atau bulan depan kegiatan penanganan konflik dapat berjalan dengan baik dan dipastikan keadaannya aman, serta personel yang menangani konflik bisa dikurangi, maka kami pertimbangkan Taman Nasional Way Kambas untuk dibuka kembali," ujar Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, di Bandarlampung, Jumat (3/4/2026).

Zaidi menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh rangkaian penanganan konflik gajah berjalan lancar hingga kondisi di dalam kawasan taman nasional kembali pulih dan stabil.

"Kami pastikan situasi dan kondisi di sini dahulu. Kalau sudah memungkinkan untuk dibuka, nanti kita rapatkan dahulu untuk dibuka kembali," kata Zaidi.

Meski demikian, pihak Balai TNWK belum dapat menetapkan tanggal pasti terkait operasional kembali kawasan wisata tersebut. Menurut Zaidi, keputusan akhir akan sangat bergantung pada hasil evaluasi perkembangan situasi di lapangan.

"Belum bisa dipastikan tanggal berapa, karena tergantung dengan pertimbangan yang ada," tambahnya.

Selain fokus pada penanganan konflik satwa liar dengan warga sekitar, Balai TNWK juga terus menjalankan program pemberdayaan bagi desa-desa penyangga. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah melalui program perdagangan karbon (carbon trading).

"Pemberdayaan desa penyangga terus kami lakukan, salah satunya melalui perdagangan karbon, lalu ada juga wisata ekologi berkelanjutan. Ke depan, ini akan memberikan nilai manfaat kepada masyarakat, sementara hutan serta satwa juga akan tetap lestari," pungkas Zaidi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Lampung, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.